Dukungan pelanggan: Senin - Minggu 08:00 - 17:00

Call us today: 0813-2986-2225

Candi-candi di Dieng

candi dieng

Dieng tidak hanya dikaruniai keindahan alamnya saja, Dieng juga memiliki banyak tempat-tempat bersejarah. Pada ketinggian 2.100 meter di atas permukaan laut, bangunan-bangunan candi kuno dapat Anda temukan. Candi-candi tersebut di berada di tempat yang sangat strategis dan mudah dijangkau yaitu terletak tepat di pusaran Plateau Dieng. Candi-candi Dieng merupakan peninggalan purbakala yang wajib dilestarikan dan tidak boleh di rusak oleh siapapun karena dengan benda-benda dan tempat purbakala inilah sejarah Dieng bisa terungkap.

Candi-candi di Dieng merupakan bangunan candi beraliran Hindu yaitu memiliki bentuk catur muka dengan hiasan ornament Kala dan Makara pada setiap pintu masuk candi. Kebanyakan bangunan candi di Dieng menghadap ke arah barat dan hanya sebagian kecil menghadap ke timur. Candi-candi Dieng masih memiliki bentuk yang sederhana dan sedikit ornamen serta memiliki bentuk yang lumayan kecil di bandingkan candi-candi Hindu lainnya di Indonesia. Candi-candi Dieng dibangun dalam masa yang tidak bersamaan karena ada temuan peninggalan arkeology gaya seni candi yang berbeda serta ditemukan juga temuan lepas seperti alat-alat memasak, pertanian dan lain sebagainya yang menandakan bahwa pembangunan candi tersebut dalam kurun waktu yang tidak sama.

Wisatawan dapat menikmai peninggalan-peninggalan purbakala Dieng berupa candi kuno di area yang luasnya +/- 90 hektar. Di area 90 hektar ini terdapat candi Dieng yang masih utuh diantaranya ialah : Candi Arjuna, Candi Puntadewa, Candi Srikandi, Candi Sembadra, Candi Semar, Candi Setyaki, Candi Gatotkaca, Candi Bima dan Candi Dwarawati. Nama-nama candi Dieng diatas bukan merupakan nama asli karena belum ditemukan prasasti yang menguak tentang candi-candi kuno tersebut sehingga penduduk setempat menamai candi-candi Dieng dengan tokoh-tokoh mahabarata. Candi –candi Dieng dapat wisatawan kunjungi di wilayah Dieng bagian barat yaitu desa Dieng Kulon. Perpaduan alam dan peninggalan purbakala yang memukau dikelilingi deretan pegunungan menghijau dengan udara sejuk menjadikan wisata Dieng terkenal hingga ke pelosok negeri hingga macanegara merupakan sajian alam tanpa batas.

Daftar Candi-candi di Dieng

Nama Candi

Deskripsi

Keterangan

Candi Arjuna

1. Terletak di Dieng, Banjarnegara

2. Berukuran 6m x 6m

3. Terdapat pahatan Kalamakara

4. Digunakan untuk pemujaan

Candi yang berdiri gagah dan paling utuh diantara candi Dieng lainnya. Candi yang terletak bersebalahan dengan Candi Srikandi dan tepat di depan Candi Semar. Perlu di ketahui Kompleks Candi Arjuna terdiri dari 5 bangunan candi yaitu candi arjuna, semar, srikandi, puntadewa, dan sembadra.

Candi Semar

1. Terletak di Dieng, Banjarnegara

2. Berukuran 3,5m x 7m

3. Digunakan untuk menyimpan perlengkapan sembahyang

Candi semar merupakan candi yang digunakan untuk menaruh peralatan pemujaan sehingga candi ini mempunyai kontruksi berbeda dari candi lainnya yang berada di Kompleks Candi Arjuna yaitu atap yang tidak runcing atau mengerucut.

Candi Srikandi

1. Terletak di Dieng, Banjarnegara

2 Berukuran 3,84m x 3,84m

2. Mempunyai relief Trimurti (Relief : Wisnu, Syiwa, dan Brahma)

Candi Srikandi tepat berada di samping dari Candi Arjuna dan anda bisa menyaksikan relief tiga dewa yang terukir di dinding Candi Srikandi ini yaitu relief dewa Wisnu, Syiwa, dan Brahma.

Candi Puntadewa

1. Terletak di Dieng Kulon, Banjarnegara

2. Berukuran 4,44m x 4,44m

Candi Puntadewa merupakan candi yang paling tinggi diantara candi lainnya di Kompleks Candi Arjuna, anda bisa menemukan candi yang sedang di pugar ini di samping candi Srikandi atau juga bersebelahan dengan Candi Sembadra.

Candi Sembadra

1. Terletak di Dieng Kulon, Banjarnegara

2. Berukuran 3,2m x 3,2m

Diketahui Sembadra adalah istri keempat dari tokoh pewayangan yaitu Arjuna, Sembadra memiliki satu keturunan yaitu Abimanyu yang kelak akan menurunkan Prabu Parikesit. Candi Sembadra terletak di paling ujung disebelah Candi Puntadewa.

Candi Gathotkaca

1. Terletak di Dieng Kulon, Banjarnegara

Siapa yang tidak kenal dengan Gathotkaca terkenal akan kesaktiannya yaitu otot kawat balung wesi atau Otot seperti Kawat dan Tulang Besi. Candi Gathotkaca juga berkelompok tetapi hanya Candi Gathotkaca yang masih utuh gagah berdiri sedangkan candi lainnya yang sudah tidak utuh adalah Candi Setyaki, Petruk, Antareja, Gareng, Nakula dan Sadewa.

Candi Dwarawati

1. Terletak di Dieng Kulon, Banjarnegara

2. Berukuran 5,3m x 5,3m

Candi Dwarawati terpisah jauh dari Kompleks Candi Arjuna, Candi Gathotkaca maupun Candi Bima, di candi yang terletak dekat dengan Bukit Scooter ini memiliki ukuran 5,3m x 5,3m dan tidak jauh dari Candi Dwarawati ada Candi Parikesit walau hanya tersisa Yoni saja.

Candi Bima

1. Terletak di Dieng Kulon, Banjarnegara

2. Berukuran 4,55m x 4,55m

Candi yang termuda di Dieng atau dibangun paling akhir diantara candi – candi lain di Dieng ini memeliki konstruksi yang masih gagah dan utuh. Candi Bima merupakan candi yang berdiri sendiri atau tidak berkelompok seperti candi Dieng yang lainnya. Jika anda berkunjung ke Kawah Sikidang jangan lupa untuk berhenti dan melihat kegagahan Candi Bima yang berada di pertigaan masuk kawah.